15 March 2011

Untukmu,yg Menggantikanku di Hatinya..


Hai.

Mungkin kau bertanya-tanya ketika menerima surat ini karena namaku tampak asing bagimu. Kita memang tidak saling kenal, bahkan belum pernah sekalipun bertemu. Tapi aku tau tentangmu. Dan maaf, beberapa minggu terakhir ini aku terus menguntitmu. Tepatnya, memantaumu diam-diam. Kau tau kenapa? Karena kau adalah wanita pertama yang secara resmi dia umumkan sebagai kekasihnya di depan publik.

Ya, dia. Yang satu waktu pernah kupercayai untuk menjaga hatiku. Yang sempat menjadi pusat dari semestaku. Sejujurnya aku iri sekali padamu. Kau tiba-tiba masuk ke kehidupannya dan berhasil membuatnya tergila-gila setengah mati. Sementara aku? Masih tetap di sini mencintai dan diabaikan. Berdiri, lalu jatuh lagi. Selalu seperti itu. Kendati begitu, kau tak perlu khawatir. Aku menulis surat ini bukan untuk memintamu agar melepaskannya, memakimu dengan sebutan "kasir swalayan", apalagi mengirimkan santet untukmu. Kurasa aku sudah cukup dewasa untuk bisa menghargai wanita yang telah dia pilih. Justru aku ingin memberitahu kepadamu sedikit tentangnya.

Lelakimu itu, dia sangat manja. Kau harus tau bahwa kadang dia ingin wanitanya yang berkorban untuk dia. Tapi kau tenang saja. Kalau sudah jatuh cinta pada seseorang, dia akan melakukan apapun untuk wanita yang dipujanya itu. Dia bisa menjadi sosok yang sangat romantis.Namun kau juga perlu tau bahwa dia bisa berubah menjadi sangat dingin dalam sekejap. Sekedar saran, kalau pesan-pesan yang dikirimnya mulai bernada dingin, jangan diteruskan. Lebih baik kau telepon dia atau bertemu langsung dengannya, dia akan jauh lebih hangat dan bersahabat. Dengan begitu, kalian tak perlu bertengkar dan mempertaruhkan hubungan kalian.

Ingatlah untuk tidak meneleponnya di bawah jam enam pagi. Dia sangat benci jika tidurnya diganggu oleh siapapun, termasuk pacarnya. Dan kalau kau benar-benar mencintainya, maka jangan mengikatnya. Biarkan dia tetap memiliki dunia yang lebih dulu ada sebelum kehadiranmu. Sesekali mungkin dia akan memuja wanita lain di depanmu. Kau tak perlu takut, kalau dia bersikap terbuka seperti itu berarti dia tak ada hubungan apapun dengan wanita yang sedang dipujanya itu. Sebaliknya, kalau dia tak bercerita apapun, kau boleh curiga. Namun jangan bertindak gegabah. Asalkan kau yakin hatinya berlabuh padamu, kalian pasti akan baik-baik saja.

Kau tak usah merasa terusik dengan kehadiranku. Aku dan dia hidup di balik tembok masa lalu, bukan masa sekarang, dan takkan pernah bersatu di masa depan. Kami terlalu berbeda. Teruskan, maka hati kami akan mati. Meski ku akui, sebagian diriku masih berharap kami bisa mengulang semuanya. Ah, sudahlah. Ini bukan tentang kami lagi. Ada kau, yang kuharap bisa menjaga hatinya hingga nanti. Berjanjilah untuk menjadi kekasih yang baik untuknya. Jangan terlalu menuntutnya untuk sering mengucapkan cinta secara verbal padamu. Kalau dia benar mencintaimu, kau pasti akan merasakannya. Sungguh, aku berbahagia untuk kalian.

0 komentar:

Post a Comment