23 April 2013

Mayoritas VS Minoritas

berbeda dari biasanya kali ini saya akan menulis sedkit pemikiran saya untuk mewakili kaum kami yang memang jumlahnya lebih sedikit dibanding kalian, ya kalian.. saya akan menyebut istilah "kalian" disini. sebagian mungkin bertanya-tanya, sesungguhnya siapa "kalian" itu?

satu waktu so over last time even i can't remember when, saya pernah terlibat dalam obrolan santai dengan teman saya yang bernama indra, asal surabaya dan dia beragama kristen. 
dia pernah mengatakan kepada saya, "kenapa ya di sini ini, hak kami belum diakui sepenuhnya?"
saya menjawab : "maksud kamu ndra?"
indra : "ya, aku ngerasa aku disini ga bebas, aku ga bisa dapetin semua yang aku mau"
saya : "contoh?"
indra : "dalam banyak hal, diskriminasi agama masih saja ada, misal dalam mendapatkan pekerjaan, kami tidak sekali dua kali kehilangan sebuah kesempatan berharga hanya karena kami adalah kristian, karena kami kaum minoritas"

oke, tidak perlu saya lanjutkan obrolan tersebut karena sebenarnya bukan mengenai mayoritas vs minoritas pemeluk agama melainkan mengenai jumlah lelaki dan wanita didunia ini
sepenggal percakapan di atas hanyak sebagai gambaran bahwa diluar sana ada sebagian kecil kaum minoritas yang merasa beberapa hak hidupnya terabaikan.
berbeda dengan perbedaan jumlah wanita dan pria di dunia ini, yang saya alami dan saya lihat, justru kaum minoritas yang menang disini.
entah sebagian, tiga perempat, atau seluruhnya, saya tidak mengetahui persis rasio kaum kalian yang tidak dapat menghargai kami.

kemarin malam, saya disapa oleh seorang pria, sebut saya firman. sudah sebulan lebih dia mendekati saya, entah apa tujuannya, apakah dia benar-benar menyukai saya atau hanya sekedar menjadikan saya "mainan" lucu ketika dia jenuh dengan wanita disekelilingnya.
dia : sayang, aku sayang sama kamu
saya : ga usah ngomong gitu bisa? aku tau kok kalau kamu udah punya pacar satu dan dibalik itu entah ada berapa lagi wanita disekitar kamu.
dia : loh, kamu kok ngomongnya gitu sih?
saya : ya emang bener kan begitu adanya?
dia : iya aku akuin, memang aku udah punya pacar, yang aku seriusin ada 1.
saya : terus, ada berapa yang berapa cewe yang kamu mainin?
dia : ya sebenernya sih ga mainin, cm kan wajar. jumlah cewe lebih banyak dari pada cowo jadi kita berhak milih kan? milih diantara sekian wanita, milih mana yang kami rasa terbaik untuk kami. *modus
saya : *cukup tarik nafas aja.

entah apa yang dia pikirkan saat dengan lantangnya membanggakan diri sebagai orang yang berhak memilih dan menjadikan saya salah satu pilihan diantara sekian.
sungguh, kami pun ingin dihargai. meskipun kami hanya pilihan bagi kalian, tapi bisakah kalian dapat lebih menjaga perasaan kami? bagaimanapun, kami wanita, kami peka, dan kami berbahagia jika kalian mampu menghargai kami, bukan dengan rayuan, maupun gombalan yang kalian ciptakan karena sesungguhnya kami bukanlah penggila sanjungan yang penuh kebohongan, yang hanya akan mematikan hati kami.
dari kami, wanita.

0 komentar:

Post a Comment