Satu langkah besar kau buat hari ini. Sebuah keputusan yang mungkin akan mengubah hidupmu selamanya. Aku sangat mengerti kenapa engkau melakukan hal ini. Betapa kau sangat lelah dengan semuanya, fisik maupun mental. Hidupmu takkan berubah jika kau terus-terusan dipusingkan oleh urusan hati. Cinta yang tersakiti, para lelaki pengobral janji... Cukup, katamu. Seharusnya kau melakukan ini berpuluh-puluh purnama lalu. Tapi kau, Sang Pemilik Hati, tetap saja mengedepankan egomu di atas segalanya. Memaksa bertahan dengan sisa-sisa kekuatan yang kau miliki, meski langkahmu terseok-seok, bahkan kadang hingga jatuh terpuruk.
Dan akhirnya hari ini datang juga.
Kau menyerah. Bukan ini yang kau ingini. Cinta seharusnya membawa bahagia, bukan mendendang luka. Yang kau butuhkan hanya satu: seseorang yang memberikan hatinya sebesar kau memberikan hatimu. Lebih sedikit tak apa, asalkan tidak kurang. Hidup adalah pilihan, kau tau itu. Tapi kau tak ingin hanya sekedar jadi pilihan--satu di antara sekian. Kau mau jadi satu-satunya, bukan yang pertama, apalagi kedua. Karena dunia tak pernah adil untuk para simpanan. Dan sungguh, aku tau kau tak serendah itu. Kau wanita baik-baik yang pantas mendapatkan lelaki baik-baik pula.
Demi alasan itulah kau berada di sini sekarang. Membenahi hatimu sekaligus mendesain ulang fokus hidupmu. Konsep kebahagiaan bagimu sangat sederhana, aku yakin kelak kau bisa meraihnya. Pasti, percayalah padaku. Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan wanita sebaik engkau. Tersenyumlah kini. Kau tak pernah benar-benar sendirian di dunia ini. Ada aku, yang akan selalu menjadi bagian dari dirimu.
Ya, aku.
Hatimu.
Dan akhirnya hari ini datang juga.
Kau menyerah. Bukan ini yang kau ingini. Cinta seharusnya membawa bahagia, bukan mendendang luka. Yang kau butuhkan hanya satu: seseorang yang memberikan hatinya sebesar kau memberikan hatimu. Lebih sedikit tak apa, asalkan tidak kurang. Hidup adalah pilihan, kau tau itu. Tapi kau tak ingin hanya sekedar jadi pilihan--satu di antara sekian. Kau mau jadi satu-satunya, bukan yang pertama, apalagi kedua. Karena dunia tak pernah adil untuk para simpanan. Dan sungguh, aku tau kau tak serendah itu. Kau wanita baik-baik yang pantas mendapatkan lelaki baik-baik pula.
Demi alasan itulah kau berada di sini sekarang. Membenahi hatimu sekaligus mendesain ulang fokus hidupmu. Konsep kebahagiaan bagimu sangat sederhana, aku yakin kelak kau bisa meraihnya. Pasti, percayalah padaku. Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan wanita sebaik engkau. Tersenyumlah kini. Kau tak pernah benar-benar sendirian di dunia ini. Ada aku, yang akan selalu menjadi bagian dari dirimu.
Ya, aku.
Hatimu.
0 komentar:
Post a Comment