15 March 2011

KARMA? YES,IT'S WORK!!

Saya adalah salah satu dari sekian banyak penganut aliran yang percaya bahwa karma itu ada. Bukannya saya psycho sama orang-orang yang pernah menyakiti saya lalu berdoa sepanjang malam agar mereka mendapat balasan setimpal. Tidak, sama sekali bukan seperti itu. Saya juga bukan tipe orang yang menghalalkan segala cara demi membalas dendam.
I don't stay up all night and think of ways to get revenge. I simply relax and let karma do the job! :)

Saya cukup banyak melihat bukti bahwa Tuhan punya cara sendiri dalam mengatur hubungan horizontal antar manusia. Mereka yang pernah tersakiti, bahkan jatuh hingga ke titik terendah, pada akhirnya menemukan kebahagiaan yang tak mereka kira sebelumnya. Kebahagiaan sejati yang hadir dengan restu Yang Di Atas, lewat orang-orang terpilih yang memang sudah digariskan untuk menyempurnakan hidup mereka. Tak ada lagi hari-hari menyedihkan yang menguras habis air mata. Ya, mereka telah sampai pada titik balik kehidupan, suatu kondisi di mana hidup berubah seratus delapan puluh derajat, seperti analogi pelangi yang muncul setelah hujan badai.

Dan orang-orang yang menyakiti?
Entahlah. Beberapa dari mereka menyesal karena telah menyia-nyiakan orang-orang luar biasa itu, dan ketika mereka belok kanan untuk kembali... Sudah terlambat. Pintu sudah tertutup, tak ada lagi jalan untuk masuk. Selamanya. Mereka seharusnya tau bahwa manusia tidak sama dengan malaikat, bahwa kesabaran punya batas dan tanggal kadaluarsa. Sebagian dari mereka lalu memilih untuk meneruskan hidupnya tanpa bayang-bayang orang yang telah disakitinya, dan tak berhenti mencari sosok pengganti yang memenuhi kriteria sempurna di mata mereka. Sesekali takdir berbalik. Mereka jatuh cinta setengah mati tapi akhirnya dicampakkan, membuat mereka merasa seperti mau mati. Ya, hukum karma berlaku di sini.

Segala sesuatu di dunia ini tak ada yang sia-sia. Semua pasti ada hikmah yang tersirat, sebagaimana telah tersurat dalam kitab takdir-Nya. Tuhan tak mungkin menciptakan matahari jika hanya mampu memporak-porandakan dunia dengan kemaraunya. Bahkan eksistensi hujan sekalipun, tentunya bukan hanya untuk menenggelamkan bumi dengan banjirnya. Dan jika dia sudah turun tangan, kita tak mampu lagi mengelak sedikitpun. Karena sesungguhnya, kita sangatlah kecil di mata-Nya. Dia bisa saja menurunkan salju di tengah gurun pasir. Seperti halnya Dia mampu membolak-balikkan garis kehidupan manusia dengan mudah, yang seringkali berada di luar nalar kita. Barangkali begitulah konsep mukjizat. Saya lantas menyimpulkan bahwa Dia adalah pecinta absurditas.

Ironisnya, saya belum melihat karma menghampiri orang-orang yang pernah menyakiti saya. Sebenarnya saya tidak ambil pusing apakah mereka akan menyesal atau tidak karena telah membuat air mata jatuh mengalir di pipi saya. Melihat mereka mengemis maaf dari saya mungkin akan menumbuhkan sensasi kepuasan tersendiri. Tapi bagi saya, kisah kami adalah sejarah yang sudah saya kubur selamanya dan tidak mungkin terulang. Bukannya saya sok idealis atau apa. Saya hanya tidak ingin jatuh ke lubang yang sama berkali-kali. Apalagi menyerahkan hati saya pada orang-orang yang bahkan tidak tau bagaimana cara menghargai kaum kami, perempuan.

Yang saya pedulikan hanya satu: kebahagiaan saya tanpa mereka. Kebahagiaan sempurna seperti yang dialami teman-teman saya. Tapi saya percaya ini cuma masalah waktu. Saya sangat yakin bahwa Tuhan sayang sama saya, dan dia pasti telah menyiapkan kebahagiaan terindah buat saya. Dia hanya meminta saya untuk sedikit bersabar, karena semua pasti akan indah pada waktunya.

0 komentar:

Post a Comment